Bencana Akidah Di Indonesia

 


Penolakan Natal bersama bukan sikap intoleran, melainkan upaya menjaga kemurnian tauhid dan batas akidah umat Islam di tengah pluralitas Indonesia. Di sepanjang tahun yang penuh bencana, muncul rencana penyelenggaraan perayaan Natal Bersama yang diinisiasi Kementerian Agama Republik Indonesia. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan bahwa Kemenag akan menggelar Natal bersama, disebut sebagai yang pertama sejak Indonesia merdeka. Pernyataan itu disampaikan dalam acara Natal Tiberias 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Menurut Menag, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menegaskan bahwa tidak boleh ada sekat antarsesama anak bangsa dan bahwa keberagaman adalah “lukisan Tuhan yang indah” yang harus dijaga keharmonisannya.

Narasi ini kembali mengemuka sebagaimana selama ini digaungkan para pendukung pluralisme agama.

Comments

  1. Topik yang penting untuk direnungkan. Tulisan ini mengajak pembaca lebih memahami dan menjaga akidah dengan bijak serta penuh hikmah. Semoga menambah kesadaran dan memperkuat keimanan 🙏

    ReplyDelete
  2. MasyaAllah, berkah selalu. semoga kita semua mendapat pahala yang sebanding dengan perbuatan kita dan dapat membanggakan kedua orang tua kita. Aamiin🤲

    ReplyDelete
  3. MasyaAllah, Membahas refleksi menurut tradisi kuno, semoga ilmu yang diberikan bermanfaat selalu, Barakallah

    ReplyDelete
  4. Terimakasih atas informasinya

    ReplyDelete
  5. Semoga Ilmu Yang diberikan dapat membawa banyak manfaat

    ReplyDelete
  6. Hallo temanku, sering sering memposting hal-hal yang baik😇

    ReplyDelete
  7. terimakasih! sangat bermanfaat 👍🏻

    ReplyDelete
  8. MasyaAllah reyhan sangat berguna

    ReplyDelete
  9. MashaAllah sangat bermanfaat 👍

    ReplyDelete
  10. MasyaAllah , semoga ilmunya bermanfaat bagi kita semua Aamiinn🤲🏻

    ReplyDelete
  11. Informatif dan Sangat Menarik👍

    ReplyDelete

Post a Comment